Dinilai Perkuat Stabilitas Pangan Nasional, Badko HMI Jatim Apresiasi Kinerja Bulog

Foto, mentri amran, wildan pengurus HmI jatim, kepala bolog nasional

SURABAYA, Tareka.id – Ketua Bidang Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Timur, Wildan Muhammad, mengapresiasi capaian Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur (Kanwil Jatim) yang berhasil menyerap lebih dari 700 ribu ton setara beras hingga 14 Mei 2026.

Menurut Wildan, capaian tersebut menunjukkan keseriusan Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memastikan hasil panen petani tetap terserap dengan baik di tengah musim panen raya.

Ia menilai tingginya angka penyerapan gabah dan beras menjadi bukti hadirnya negara melalui Bulog dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan cadangan pangan nasional dan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  MK Tolak Gugatan, KPU Sumenep Siap Tetapkan Pemenang Pilkada 2024

“Capaian ini patut diapresiasi karena menunjukkan keseriusan Bulog dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani,” ujar Wildan, Jumat (15/5/2026).

Wildan menambahkan, peran Bulog sangat penting dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Menurutnya, penyerapan yang optimal dapat menekan potensi penurunan harga saat musim panen raya sehingga petani memperoleh kepastian nilai jual hasil pertanian.

Baca Juga :  Ingin Liburan Sambil Dapat Hadiah, Ayo Ikut JJS HUT KanalNews Ke-3 di Wisata Somber Rajeh

Ia juga menyebut langkah Bulog Jawa Timur dalam memperkuat cadangan beras pemerintah merupakan bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, terutama di tengah potensi fluktuasi pasokan dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, Wildan berharap program penyerapan gabah dan beras dapat terus diperluas hingga menjangkau seluruh sentra pertanian di Jawa Timur agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh para petani.

“Program seperti ini harus terus diperkuat karena menyangkut keberlangsungan sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Negara harus hadir memastikan hasil panen petani memiliki kepastian pasar,” tegasnya.

Baca Juga :  Modus Peternak Pita Cukai di Balik Rokok Legal, Siapa Lindungi YD?

Sebelumnya, Perum Bulog Kanwil Jatim mencatat penyerapan gabah kering panen (GKP) dan beras petani sepanjang tahun 2026 telah mencapai lebih dari 700 ribu ton setara beras hingga pertengahan Mei.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras nasional. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *