SUMENEP, Tareka.id— Dinamika jelang Konfercab PCNU Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Ahad (07/12/2025) besok kian memanas. Sejumlah pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) mulai menyuarakan regenerasi untuk posisi Ketua PCNU Sumenep.
Ketua MWC NU Ganding, Ustadz Abd Syakur Saleh, menilai masa kepemimpinan K. Pandji sudah cukup panjang. Ia menyebut tiga periode adalah durasi yang layak dievaluasi.
“Menurut saya, K. Pandji sudah saatnya diganti. Beliau sudah tiga periode memimpin. NU harus punya regenerasi,” kata Syakur pada wartawan melalui sambungan selulernya. Kamis (04/12/2025).
Lebib lanjut, Ustadz Syakur panggilan karibnya menegaskan dinamika dukungan masih berkembang di tingkat MWC. Menurutnya, sejumlah pengurus setuju dilakukan regenerasi, namun sebagian lainnya masih mendukung K. Pandji Taufiq maju kembali.
“Di MWC se-Kabupaten Sumenep ada yang pro dan ada yang tidak. Itu wajar. Pandangan kader tidak selalu sama,” ujarnya menambahkan.
Ustadz Syakur mengungkapkan, bahwa dirinya mengaku siap maju sebagai calon Ketua PCNU. Ia menegaskan hal itu apabila K. Pandji tetap ingin mencalonkan diri kembali.
“Kalau K. Pandji masih nyalon, saya siap maju. Saya sudah memenuhi syarat untuk maju sebagai calon ketua,” kata Syakur dengan nada serius.
Ketua MWC NU Ganding dua periode itu menilai persaingan sehat dibutuhkan agar mesin organisasi tetap berjalan dinamis. Regenerasi, sambungnya, menjadi bagian penting keberlanjutan kaderisasi NU.
“Organisasi perlu energi baru. Kader muda dan menengah banyak yang kompeten. NU tidak boleh stagnan,” tuturnya.
Ustadz Syakur mengatakan, keputusannya maju tidak dilandasi ambisi pribadi, tetapi dorongan untuk memperkuat struktur organisasi. Ia berharap siapapun yang terpilih mampu membawa NU lebih progresif.
“Ini bukan soal pribadi. Ini soal masa depan NU. Semua ingin NU Sumenep lebih maju,” tuturnya pula.
Untuk diketahui, situasi politik internal NU Sumenep diperkirakan semakin menghangat jelang Konfercab 2025. Sejumlah nama disebut masuk bursa calon ketua, dan dinamika antar-MWC diprediksi terus bergerak.
Sejumlah pengurus berharap proses regenerasi berjalan demokratis dan tidak menimbulkan gesekan antarkader. Mereka menilai perbedaan pendapat harus ditempatkan sebagai dinamika wajar organisasi.
Konstelasi tersebut menunjukkan bahwa arah kepemimpinan NU Sumenep periode mendatang menjadi perhatian serius dari berbagai tingkatan kepengurusan. Semua pihak berharap hasil terbaik bagi organisasi. (*)












