SUMENEP, Tareka.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tidak mengalami kenaikan pada tahun 2025.
Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan keputusan ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi inflasi dan harga kebutuhan pokok tidak stabil.
“Bapak Bupati sangat memahami situasi masyarakat. Beliau tidak ingin menambah beban rakyat di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” ujar Faruk, Rabu, 24 September 2025.
Menurut Faruk, meski PBB-P2 merupakan salah satu sumber pendapatan potensial, pemerintah lebih memilih mengoptimalkan sektor pajak lain seperti restoran, hiburan, hotel, dan reklame.
“Kami di Bapenda akan lebih fokus menggali potensi sektor lain serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui digitalisasi layanan dan pendekatan persuasif,” ucapnya.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan strategi jangka menengah untuk memperkuat pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat kecil. Peningkatan retribusi daerah juga akan menjadi prioritas.
Faruk menegaskan kerja sama dengan pelaku usaha serta pemanfaatan teknologi informasi akan terus ditingkatkan. Upaya ini ditujukan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.
Ia juga memastikan kebijakan fiskal Pemkab Sumenep tetap berpihak pada rakyat. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan pembangunan melalui peningkatan pendapatan yang adil.
Faruk mengimbau masyarakat segera melunasi kewajiban pembayaran PBB-P2 tepat waktu. Ia menegaskan kontribusi warga penting bagi pembangunan daerah, terlebih tarif tidak naik tahun ini.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini. Bayarlah PBB-P2 sebelum jatuh tempo dan manfaatkan program penghapusan denda keterlambatan yang sedang berlaku,” katanya.
Program penghapusan denda diharapkan menjadi insentif bagi warga yang menunggak agar dapat melunasi kewajiban tanpa terbebani biaya tambahan. Pemerintah menegaskan komitmennya menghadirkan kebijakan fiskal; inklusif. (*)












