Dinilai Tak Layak Beroperasi, Warga Sapudi Desak Pemkab Sumenep Ganti Kapal Feri

Warga Sapudi
Hasan Al Hakiki, Aktivis Kepulauan Asal Pulau Sapudi, Sumenep. (Dok: Tareka.id)

SUMENEP, Tareka.id – Warga Pulau Sapudi meminta Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendengar keluhan mereka terkait buruknya kondisi kapal feri rute Kalianget–Sapudi–Situbondo.

Aktivis Pulau Sapudi, Hasan Al Hakiki menyampaikan, bahwa Kapal Feri yang dioperasikan PT Dharma Dwipa Utama sering mengalami kendala mesin di tengah laut. Warga menilai kapal tersebut tidak layak beroperasi.

Aturan terbaru mengharuskan kapal penyebrangan memiliki dua mesin dan dua ramp door, depan dan belakang,” katanya pada media ini. Senin (03/03/2025)

Baca Juga :  Ramai-Ramai Tolak Akis Jasuli Jadi Ketua, NasDem Sumenep Memanas!

Lebih lanjut, Hasan panggilan akrabnya meminta Pemkab Sumenep mengganti kapal feri dengan yang lebih besar seperti KMP Munggiyango Hulalo.

Sebab menurutnya, transportasi laut yang memadai bagi warga kepulauan seperti Kepulauan Sapudi sangat penting bagi perekonomian warga.

Perekonomian di pulau kami berkembang pesat. Infrastruktur dan transportasi laut harus mendukung,” ujarnya.

Baca Juga :  SIPBRO, Inovasi Digital Baru Pemkab Sumenep Percepat Bikin Regulasi

Selain itu, Hasan juga menyoroti minimnya perahu barang milik warga. Kapasitas angkut yang terbatas menyebabkan antrean panjang barang menuju Pulau Sapudi.

Banyak perahu dijual atau tenggelam. Kami butuh kapal lebih besar,” imbuhnya.

Bahkan ia mengkritik dugaan permainan tiket oleh oknum pelabuhan. Kapal kecil membuat pengguna berebut tiket, sementara slot kendaraan diduga sengaja dikosongkan untuk dijual lebih mahal.

Baca Juga :  Peringati HUT RI Ke-80, Bappeda Sumenep Usung Semangat Kemerdekaan dalam Pembangunan

Tiket kendaraan harus dipesan lebih awal, tapi ada slot kosong yang dijual mahal oleh oknum,” tegasnya.

Pemkab Sumenep, sambung Hasan, memang menyediakan kapal cepat, tetapi hanya melayani penumpang kelas menengah ke atas dan tidak bisa mengangkut kendaraan.

“Sangat sedikit penumpang yang ikut. Sementara kendaraan barang tetap menunggu kapal feri,” pungkas Hasan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *