SUMENEP, Tareka.id – Dua proyek infrastruktur jalan di Kangayan, Kecamatan Kangayan, yang dibiayai Dana Desa (DD) 2024, diduga fiktif.
Tokoh pemuda setempat, Pongli, menyebut ada dua proyek yang tidak direalisasikan meski anggarannya sudah ditetapkan.
Proyek yang diduga fiktif adalah rabat beton di Dusun Payanasdam tahap 1 dan 2 senilai Rp218.495.000 serta macadam di Dusun Kangayan Selatan sepanjang 120 meter senilai Rp75.684.000.
“Kami sangat menduga dana pembangunan rabat beton dan macadam sengaja digelapkan oleh kepala desa Kangayan,” kata Pongli, Selasa (25/02/2025).
Pongli juga mengungkapkan beberapa proyek lain tidak terealisasi sepenuhnya. Misalnya, drainase Dusun Bondat sepanjang 100 meter hanya dikerjakan 70 meter dari anggaran Rp132.440.500.
Hal serupa terjadi di Dusun Kambata. Drainase sepanjang 100 meter hanya dikerjakan 68 meter dari anggaran Rp102.557.000.
“Bantuan ibu hamil Rp25.000.000 dan insentif guru PAUD Rp54.000.000 juga tidak terealisasi,” tambahnya.
Karenanya, ia menilai kepala desa tidak memiliki niat membangun desa. “Dana Desa hanya dibuat untuk kepentingan sendiri,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Pongli mendesak Camat Kangayan, Kapolsek Kangayan, dan Inspektorat Sumenep segera bertindak.
“Kami minta Dinas PMD dan Keuangan menangguhkan anggaran DD 2025 sebelum proyek 2024 selesai,” tegasnya.
Hingga berita ditayangkan, Kepala Desa Kangayan, Arsan belum bisa dikonfirmasi, padahal ketika dihubungi melalui telepon WhatsApp-nya terlihat berdering namun tidak di jawab. (*)












